Anak Korban Kalideres Diduga Sisiri Rambut Ibunya yang Tewas Duluan

Dirreskrimum mengatakan saksi pegawai koperasi sebut anak dari keluarga di Kalideres masih menyisir rambut ibunya yang sudah tak bernyawa.


Jakarta, CNNIndonesia

Salah satu korban ditemukan tewas di rumahnya KalideresJakarta Barat, Dian, dikabarkan masih menyisir rambut ibunya meski sudah tidak bernyawa lagi.

Berdasarkan keterangan saksi, diketahui ibunya, Margaretha, diduga ditemukan tewas pada Mei lalu.

Saat itu, seorang saksi yang merupakan pegawai koperasi simpan pinjam menceritakan kepada Dian bahwa ibunya telah meninggal dunia. Namun, Dian menjawab bahwa ibunya masih hidup.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Ketika petugas koperasi di kamar mengatakan bahwa ibunya telah menjadi mayat, Dian menjawab, ‘Ibu saya masih hidup, setiap hari saya memberinya susu untuk diminum, sambil menyisir rambutnya dan rontok semua’,” ujarnya. dikatakan. kata Direktur Reserse Kriminal Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (21/11).

Hengki mengaku pihaknya masih mendalami informasi yang diberikan saksi. Termasuk pertanyaan apakah Dian memiliki kondisi mental tertentu yang membuatnya mengira ibunya masih hidup, meski sudah meninggal.

“Jadi dalam proses penelitian oleh tim psikologi forensik, ini para ahli yang akan menganalisanya, yang jelas saat itu (Dian bilang), ‘Ibu saya tidak meninggal, dia menyisir rambutnya setiap hari dan minum susu. ‘. Tapi pas keluar nangis, ada gambarnya,” kata Hengki.

Diketahui empat anggota satu keluarga ditemukan tewas di sebuah rumah di Perumahan Citra Garden Satu Extension, Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (10/11).

Namun, lebih dari seminggu setelah penemuan itu, polisi belum mengungkap penyebab kematian korban. Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menyatakan penyebab kematian keempat orang tersebut bukan karena kelaparan.

Yang terbaru, polisi menyebut ada korban atas nama Reni Margaretha yang meninggal dunia sejak Mei lalu. Hal itu diketahui berdasarkan keterangan saksi yang datang ke rumah korban pada bulan itu.

“Bisa disimpulkan ada yang meninggal sejak Mei lalu. Diduga atas nama Reni,” kata Direktur Reserse Kriminal Polres Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi.

(dis/anak)

[Gambas:Video CNN]