liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Asisten Senior Istana Raja Charles Mundur Gegara Kasus Rasialis

Sosok yang melontarkan kalimat rasis tersebut adalah Lady Susan Hussey, ibu baptis putra Raja Charles III, Pangeran William.


Jakarta, CNNIndonesia

Anggota keluarga yang lebih tua Britania Raya mundur setelah membuat komentar jahat rasis kepada seorang wanita di resepsi di Istana Buckingham.

Ngozi Fulani, yang lahir di Inggris dan bekerja untuk kelompok pendukung kekerasan dalam rumah tangga, menulis di Twitter bahwa para pembantu kerajaan berulang kali bertanya kepadanya: “Apakah Anda dari Afrika?” saat menghadiri acara yang dipandu istri Raja Charles III, Camilla, Selasa (29/11) lalu.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Kami menanggapi insiden ini dengan serius dan segera menyelidiki untuk mendapatkan perincian lengkap. Dalam hal ini, komentar yang tidak dapat diterima dan sangat disesalkan telah dibuat,” kata juru bicara Istana Buckingham dalam sebuah pernyataan. 12).

Juru bicara tersebut mengatakan individu tersebut, yang diidentifikasi oleh Fulani sebagai Lady SH, ingin meminta maaf atas luka yang ditimbulkan.

Baik Fulani maupun istana tidak mengidentifikasi ajudan tersebut, dengan juru bicara mengatakan individu tersebut tidak akan berkomentar.

Media Inggris menyebut orang yang melontarkan pernyataan rasis itu adalah Lady Susan Hussey, ibu baptis putra Raja Charles III, Pangeran William.

Juru bicara William mengatakan dia sangat kecewa mendengar kejadian itu.

“Jelas, saya tidak ada di sana, tapi rasisme tidak punya tempat di masyarakat kita,” kata juru bicara itu. “Komentar itu tidak dapat diterima, dan benar bahwa individu tersebut segera mengundurkan diri.”

Mengutip AFP, ibu baptis Pangeran William menjerumuskan Istana Buckingham ke dalam perselisihan rasial baru.

Pengunduran diri Susan Hussey datang saat William dan istrinya Kate melakukan kunjungan pertama mereka ke Amerika Serikat dalam delapan tahun.

William tidak terlibat dalam keputusan tersebut tetapi “yakin itu adalah tindakan yang tepat untuk diambil”, tambah juru bicara William.

Hussey, 83, adalah mantan dayang mendiang nenek William, Ratu Elizabeth II dan merupakan seorang punggawa Ratu Camilla. Dia adalah salah satu dari enam wali baptis William.

Sebaliknya, Ngozi Fulani mengatakan komentar rasis itu muncul saat dia menghadiri resepsi istana pada Selasa.

Ditanya dari mana asalnya, Fulani mengatakan Hackney, London timur laut, mendorong wanita yang dia kenal hanya sebagai “Nyonya SH” untuk bertanya: “Tidak, Anda dari bagian Afrika?”

Fulani mengatakan dia lahir dan besar di Inggris dan orang Inggris tetapi wanita itu masih bersamanya.

“Dari mana asalmu sebenarnya, dari mana orang-orangmu berasal? … Kapan kamu pertama kali datang ke sini?” dia ditanya.

Fulani mengulangi bahwa dia adalah warga negara Inggris yang lahir di Inggris dan harus mengatakan bahwa dia adalah “keturunan Afrika, keturunan Karibia”.

Tahun lalu, seorang sumber senior kerajaan mengatakan Istana Buckingham tidak berbuat banyak untuk melakukan diversifikasi, meskipun telah mencoba menambah jumlah staf dari etnis minoritas.

“Kami telah menghubungi Ngozi Fulani terkait masalah ini, dan mengundangnya untuk mendiskusikan semua elemen pengalamannya secara langsung jika dia mau,” kata seorang juru bicara istana.

“Semua anggota rumah tangga diingatkan tentang kebijakan keragaman dan inklusi yang harus mereka patuhi setiap saat.”

Insiden tersebut adalah yang terbaru yang melibatkan keluarga kerajaan dalam tuduhan rasisme, setelah putra bungsu Raja Charles Pangeran Harry dan istrinya Meghan membuat tuduhan tersebut dalam sebuah wawancara dengan Oprah Winfrey pada Maret 2021.

Meghan, dalam wawancara tersebut, mengatakan seorang anggota keluarga yang tidak disebutkan namanya telah bertanya, sebelum putra mereka Archie lahir, seberapa gelap kulitnya.

(Reuters/fra)

[Gambas:Video CNN]