liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86

Berhenti Melukis, Chiharu Shiota Kini Hasilkan Karya Instalasi Megah

Berhenti Melukis, Chiharu Shiota Kini Hasilkan Karya Instalasi Megah


Jakarta

Karya seni instalasi berwarna merah dengan bahan benang dan lambang perahu ini merupakan salah satu kreasi Chiharu Shiota yang luar biasa. Pertama kali dipamerkan di Venice Biennale 2015, ia menjadi karya instalasi yang luar biasa.

Setelah Venice Biennale, Chiharu Shiota mengembangkan seri lain yang saat ini dipamerkan di Museum MACAN Jakarta melalui pameran seni berjudul The Soul Trembles. Dibuka pada 26 November, pameran berlangsung hingga 30 April 2023.

Uncertain Journey adalah salah satu karya seni instalasi favoritnya. Chiharu Shiota memiliki alasan khusus untuk membuat karya ini.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Selama saya hidup sebagai seniman, semua karya favorit, tapi ada satu yang (mungkin) saya suka,” kata Chiharu Shiota saat diwawancarai detik.com di Museum MACAN Jakarta, baru-baru ini.

Karya instalasi Uncertain Journey menampilkan simbol perahu yang terbuat dari logam di beberapa bagian dengan bahan benang merah.

“Karya-karya itu memiliki banyak perasaan. Ini seperti masa lalu saya, tapi saya tidak terlalu suka membicarakan masa lalu, seni saya dari masa lalu,” kata Shiota.

Seniman Chiharu Shiota berpose dengan latar belakang karyanya bertema The Soul Trembles di Museum MACAN, Jakarta, Kamis (24/11/2022). Foto: Andhika Prasetia/ detikcom

“Jadi saya hanya ingin merasakan masa kini dan masa depan,” lanjutnya.

Menurut Chiharu Shiota, setiap karya seni berada pada periode tertentu, dan tentunya perasaan saat membuatnya juga berbeda.

Seniman Chiharu Shiota berpose dengan latar belakang karyanya bertema The Soul Trembles di Museum MACAN, Jakarta, Kamis (24/11/2022). Foto: Andhika Prasetia/ detikcom

“Setiap ruang (karya seni) memiliki perasaan yang berbeda. Kemudian di hari lain, saya harus membuat seni tetapi pameran tunggal The Soul Trembles ini dikelola dengan baik oleh Mami Kataoka (Direktur Museum Seni Mori). Dia dapat mengaturnya dengan sangat baik dan berurutan, sehingga memudahkan orang untuk melihat,” ujar wanita kelahiran Osaka, Jepang ini.

Shiota mengatakan, setelah berhenti melukis setelah melakukan perjalanan dari Jepang, ia mulai menemukan jati diri dengan membuat karya seni pertunjukan dan instalasi. Karya-karyanya tidak asal-asalan, ibu satu anak ini bisa membuat karya instalasi berskala besar yang memakan banyak tempat.

“Ya, memang benar bahwa pekerjaan saya selalu membutuhkan ruang yang lebih besar. Ini benar-benar besar. Saya sangat ingin orang bisa berjalan pelan dan menikmati momen,” ujarnya.

Sambil tersenyum, ia berharap para pecinta seni Jakarta bisa melihat karyanya dengan kagum dan terpesona. “Perlambat dan nikmati setiap saat.”

Baca artikel selanjutnya!

Tonton Video “Museum Harimau, Mengenang Masa Kecil Dengan Permainan Tradisional Jadul, Jakarta”
[Gambas:Video 20detik]
(teh/nanah)