liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86

BuddyKu Fest, Berpartisipasi Politik Melalui Digitalisasi Emang Bisa?

BuddyKu Fest, Berpartisipasi Politik Melalui Digitalisasi Emang Bisa?

Memuat…

BuddyKu mengajak anak muda untuk berpartisipasi dalam politik melalui dunia digital. Foto/DOC MNC Media

JAKARTA – Acara BuddyKu Fest mengajak para peserta untuk mengikuti diskusi menarik terkait partisipasi politik generasi muda mengingat sebentar lagi tahun 2024 yang merupakan tahun politik.

Dengan dihadiri lebih dari 450 peserta, BuddyKu Fest sesi 2 bertemakan “Jadilah Bagian dari Perubahan Melalui Penciptaan Konten Politik” dipandu oleh Aldi Hawari sebagai moderator beserta 2 pembicara keren yaitu Budi Adiputro (Co-Founder Total Politik) dan Arie Putra (Co-Founder Total Politik) membahas persoalan tersebut dengan mengajukan pertanyaan, mengapa generasi muda perlu melek politik?

Baca juga: Pegiat Lingkungan Kini Jadikan Art Cars Sasaran Baru Pemusnahan

Hal ini terlihat dari data tahun 2018 dimana 85% generasi muda mengikuti pemilu politik, CSIS bahkan memproyeksikan generasi muda atau generasi Z akan menjadi peserta politik pada tahun 2024 mendatang sebanyak 90%. Oleh karena itu, generasi muda saat ini harus terbuka untuk mendapatkan informasi politik, apalagi saat ini demokratisasi terjadi secara digital.

Banyak berita informatif yang memuat isu-isu yang menimbulkan keresahan apalagi pasca pandemi Covid 19 yang terjadi di masyarakat khususnya generasi Z. Kini hadir konten politik untuk menjawab keresahan mereka terhadap suatu isu. Karena isu politik dan drama hadir di dunia digital saat ini bahkan setiap hari.

Sumber yang membahas kata literasi politik dan generasi Z bukan berarti konten politik yang dibuat hanya relevan dan relevan untuk mereka. “Bangun konten seputar reputasi Anda, sejauh ini Anda telah melewatkan banyak hal dalam membangun reputasi.” kata Arie Putra. “Mulailah membuat konten dari apa yang Anda lakukan dan miliki.” dia melanjutkan.

Baca juga: Chery Gandeng Gucci Ciptakan Mobil Listrik Saingi Wuling Air ev

Dengan melakukan diskusi tersebut, narasumber memiliki tujuan dan harapan dimana dinamika politik harus berubah. Dengan tujuan mengajak masyarakat untuk memilih pemimpin yang terbaik, bukan hanya yang menarik.

(dll.)