liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86

Ekonomi Digital Harus Menjadi Pilar, Apakah Indonesia Bisa?

Ekonomi Digital Harus Menjadi Pilar, Apakah Indonesia Bisa?

Memuat…

Foto: Dok. temanku

JAKARTA – Peserta memperhatikan dengan serius pembahasan Prabu Revolusi (Direktur Pelaporan MNC Media) sebagai moderator dan Wishnutama Kusubandio (Komisaris Utama Telkomsel, Digital Figure) di acara BuddyKu Fest. Masa depan digital Indonesia tanpa disadari sedang mengalami darurat digital Acara digelar di Auditorium Hall Studio MNC Kb Jeruk, Menara 1 Lt.7 Kb Jeruk, Jakarta Barat (25/11/22).

Jika negara Indonesia, tidak hanya pemerintah tetapi termasuk semua pihak yang berkepentingan, tidak mengambil tindakan yang tepat, justru akan menjadi ancaman di masa depan, di mana potensi penjajahan masyarakat Indonesia secara digital. Ini berbahaya karena terjajah secara digital membuat bangsa Indonesia terjajah dalam berbagai aspek, tidak hanya ekonomi.

Wishnutama memberikan contoh sederhana bahaya digitalisasi, “Mungkin Google lebih mengenal Raja Revolusi dibanding istrinya saat ini,” ujarnya.

“Teknologi raksasa, memahami atau mengenal seseorang secara keseluruhan. Masa depan adalah 2030, itu akan mengendalikan semua yang ada di dalamnya. Siapa yang akan mengontrol keberadaan digital ini? Pemerintah China sudah melihat ini, sudah punya TikTok,” lanjutnya lantang.

Sebelum mengakhiri diskusi, narasumber menekankan bahwa masyarakat Indonesia harus benar-benar mengetahui kemana arah ekonomi digital. Mungkin perusahaan digital besar yang menyimpan data populasi dunia sekarang menggunakan data yang mereka miliki untuk keuntungan mereka.

Di akhir, Wishnutama melontarkan pertanyaan menarik, “Di ekonomi digital, G20 harus jadi pilar, Indonesia bisa?”

Era digital juga menjadi tantangan tersendiri bagi sponsor Buddyku Fest, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel). Dalam tiga tahun terakhir, Telkomsel terus melaksanakan komitmennya untuk bertransformasi menjadi perusahaan telekomunikasi digital terkemuka. Hal ini tidak lepas dari semangat Telkomsel mewujudkan visi menjadi perusahaan telekomunikasi digital pilihan pertama untuk memajukan masyarakat.

Telkomsel juga memiliki mimpi besar untuk mewujudkan negara yang lebih sejahtera dan berdaya saing serta memberikan nilai tambah terbaik bagi pemangku kepentingan, yang tertuang dalam tiga misi perusahaan yaitu mempercepat pengembangan infrastruktur dan platform digital, mengembangkan talenta digital unggul, dan menyelenggarakan digital ekosistem.

Selama tiga tahun terakhir melaksanakan transformasi, Telkomsel terus mengembangkan infrastruktur, platform, dan layanan digital untuk mendukung berbagai aktivitas di setiap segmen dan lapisan masyarakat. Serat optik Telkomsel sepanjang 171.654 km tersebar dengan jaringan akses yang menjangkau hingga 499 Ibu Kota Kabupaten (IKK).

Acara BuddyKu Fest berlangsung meriah dan semarak dengan kehadiran ratusan peserta dari berbagai kalangan, seperti mahasiswa, content creator, dan masyarakat umum.

(atk)