liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Elektabilitas NasDem Melejit Berkat Deklarasi Anies

Hasil survei Median menunjukkan elektabilitas NasDem naik dua kali lipat usai mendeklarasi Anies sebagai capres yang didukung pada Pilrpres 2024.


Jakarta, CNNIndonesia

Hasil survei median agency menemukan tren elektabilitas yang meningkat Partai NasDem setelah mengumumkan Anies Baswedan sebagai calon presiden (calon presiden) untuk maju dalam pemilihan presiden 2024 mendatang.

NasDem mengumumkan Anies sebagai capres pada 3 Oktober 2022. Sedangkan survei Median dilakukan pada 9-17 November atau sekitar sebulan setelah deklarasi oleh NasDem.

Berdasarkan hasil survei, Median menyebut elektabilitas NasDem sebesar 7,4 persen. Angka tersebut meningkat drastis dari hasil survei Median pada Maret 2022 sebesar 4,5 persen.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“NasDem meningkat dari 4,5 persen menjadi 7,5 persen. Ini meningkat cukup banyak. Hampir dua kali lipat,” kata Direktur Eksekutif Median Rico Marbun dalam jumpa pers di Jakarta Pusat, Selasa (29/11).

Hasil survei Median juga mencatat faktor utama peningkatan elektabilitas NasDem adalah sosok Anies Baswedan yang akan diusung sebagai capres 2024.

Dalam jajak pendapat Median, responden ditanya mengapa mereka memilih NasDem. Jawaban teratas, 18 persen responden memilih karena faktor Anies Baswedan. Lalu ada 16,9 persen yang menjawab karena kader NasDem turun, dan terbanyak ketiga menjawab karena kinerja partai sudah terbukti.

Rico menambahkan, upaya Anies yang rutin turun ke lapangan bersama kader NasDem belakangan ini juga mendongkrak elektabilitas partai politik yang didirikan Surya Paloh itu.

“Saya agak tidak setuju jika NasDem mengalami kekalahan di pilkada. Dari penemuan ini, ternyata hal itu tidak terjadi,” ujarnya.

Peningkatan Kelayakan Pihak Lain

Median juga menemukan peningkatan elektabilitas juga dialami Golkar, PKB, Gerindra, PPP dan PDIP.

Rico merinci elektabilitas PDIP saat ini di angka 22,5 persen. Angka tersebut meningkat dari hasil survei Maret 2022 yang sebesar 19,6 persen.

Kemudian elektabilitas Partai Gerindra meningkat dari 13,5 persen menjadi 14,4 persen saat ini. Kemudian Golkar meningkat dari 8,8 persen menjadi 11,2 persen.

“PKB juga meningkat dari 8,6 persen menjadi 10,2 persen dan PPP yang semula 2,5 persen, kini meningkat menjadi 3,9 persen,” ujar Rico.

Elektabilitas partai menurun

Selain itu, dalam survei terbarunya, Median menemukan beberapa partai yang elektabilitasnya turun, yakni Demokrat dan PKS.

Rico merinci, Partai Demokrat mengalami penurunan dari hasil jajak pendapat pada Maret 2022 yang kini memperoleh 10,6 persen menjadi 8,5 persen. Kemudian, UKM juga turun dari 6,3 persen menjadi 5,1 persen.

Sementara itu, PDIP dalam survei median masih menempati posisi teratas dengan elektabilitas mencapai 22,5 persen. Disusul Gerindra 14,4 persen, Golkar 11,2 persen.

Di posisi keempat hingga kesepuluh masing-masing ada PKB, Demokrat, NasDem, PKS, PPP, Perindo, dan PAN. Peringkat kedelapan, PPP terancam gagal masuk parlemen dengan PAN di urutan ke-10.

Survei Median dilakukan pada 9-17 November 2022. Sampel survei ini berjumlah 1.200 responden dengan margin of error +/2,83 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Sampel dipilih secara acak dengan menggunakan teknik Multistage Random Sampling dan proporsional dengan jumlah penduduk wilayah dan jenis kelamin.

Soal nasib elektabilitas NasDem pasca pencanangan Anies, hasil survei yang dilakukan Median berbeda dengan yang diperoleh lembaga survei lain, yakni SMRC.

Hasil survei SMRC yang dirilis 23 November lalu menemukan tren penurunan elektabilitas NasDem setelah mengumumkan Anies Baswedan sebagai capres 2024. SMRC menyatakan elektabilitas NasDem sebesar 4,8 persen. Angka ini turun dari Oktober sebesar 5,4 persen.

Tren penurunan juga terjadi pada Gerindra dari 11 persen pada Agustus menjadi 9 persen pada November.

Direktur Riset SMRC, Deni Irvani mengatakan, penetapan capres tidak berpengaruh terhadap elektabilitas partai.

“Tidak ada tanda-tanda perolehan suara Gerindra dan NasDem lebih kuat dibanding hasil pemilu 2019,” katanya dalam keterangan tertulis.

(rzr/wis)

[Gambas:Video CNN]