liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Jumlah Warga yang Pindah ke TV Digital Naik Signifikan, Apa Sebabnya?

Efek ASO di Jabodetabek 2 November diklaim berdampak pada peningkatan pengguna TV digital yang makin banyak.


Jakarta, CNN Indonesia

Jumlah orang yang mengakses siaran televisi digital di 11 kota besar disebut meningkat terutama setelah Analog Switch Off (ASO) di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jakarta Raya).

Direktur Penyiaran Kementerian Komunikasi dan Informatika Geryantika Kurnia, dalam pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Senin (5/11), mengatakan berdasarkan kajian Nielsen Audience Measurement, tingkat kepemirsaan siaran televisi digital di Jabodetabek mencapai 70 persen. .

“ASO di Jabodetabek juga berpengaruh signifikan terhadap minat masyarakat di kota-kota besar lainnya untuk beralih ke penyiaran digital dengan rata-rata kenaikan 42-59 persen dalam tiga minggu terakhir,” ujarnya.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Berdasarkan hasil riset Nielsen bertajuk ‘Trend of Digital Ready per City’ yang dibagikan oleh Geryantika, terjadi peningkatan penggunaan TV digital di 11 lokasi survei kota besar. Artinya, dari 42 persen pada 1 November, meningkat menjadi 59 persen pada 1 Desember.

Untuk kondisi di masing-masing 11 kota besar pada 1 November dan 1 Desember, berikut rinciannya:

1. Jabodetabek, dari sebelumnya 46 persen menjadi 70 persen.

2. Bandung, dari 43 persen menjadi 53 persen.

3. Surabaya Raya, dari 28 persen menjadi 36 persen.

4. Yogyakarta dan sekitarnya, dari 43 persen menjadi 54 persen.

5. Semarang, dari 45 persen menjadi 61 persen.

6. Surakarta, dari 43 persen menjadi 62 persen.

7. Medan, meningkat tipis dari 28 persen menjadi 30 persen.

8. Palembang, dari 36 persen menjadi 41 persen.

9. Denpasar dan sekitarnya, dari 36 persen menjadi 50 persen.

10. Banjarmasin, meningkat dari 36 persen menjadi 41 persen.

11. Makassar, semula 45 persen menjadi 53 persen.

Angka di atas juga menunjukkan peningkatan jika dibandingkan dengan riset Nielsen di 11 kota pada September 2022. Saat itu, penduduk yang menggunakan TV terestrial analog mencapai 61 persen, penyiaran digital hanya 21 persen, dan TV berbayar 18 persen.

Pria yang biasa disapa Gery ini juga menyebutkan faktor penting lain yang mendorong masyarakat beralih ke TV digital, yaitu Piala Dunia 2022.

“Laporan Nielsen diterima positif oleh penyiar, pengiklan, vendor, dan content killers Piala Dunia yang mempengaruhi orang untuk membeli STB (set-top box), bahkan membeli TV yang sudah mendukung TV digital,” jelasnya.

Program suntik mati untuk TV analog alias ASO ini sebenarnya memiliki batas waktu hingga 2 November sesuai UU Cipta Kerja. Namun, pemerintah masih toleran dengan alasan penerapannya di stasiun TV dan dilemanya adalah memberlakukan pembatasan.

Pada 2 November ASO, 230 kabupaten/kota tidak lagi menerima siaran TV analog. ASO 2 Desember diikuti 25 kabupaten/kota, sehingga total luas tanpa TV analog menjadi 2509 kabupaten/kota.

Kominfo mengungkapkan tahap selanjutnya akan diadakan di Jawa Timur.

“Pemerintah akan berkoordinasi kembali dengan lembaga penyiaran untuk jadwal ASO berikutnya karena secara teknis lembaga penyiaran bisa menghentikan siaran analog,” kata Gery.

(lom/lth)

[Gambas:Video CNN]