liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86

Kehadiran Elon Musk di Twitter Bangkitkan Kembali 12.000 Akun Bermasalah

Kehadiran Elon Musk di Twitter Bangkitkan Kembali 12.000 Akun Bermasalah

Memuat…

Elon Musk mulai berperan di Twitter sejak Oktober 2022. Foto/IST

JAKARTA – Kehadiran pemilik baru Twitter, Elon Musk, berdampak pada kembalinya akun-akun bermasalah di media sosial berlogo blue bird. Tidak main-main, sebanyak 12.000 akun Twitter bermasalah telah mengaktifkan kembali tweet sejak Elon Musk mengambil peran penting di Twitter per Oktober 2022.

Jumlah ini dikhawatirkan bertambah karena Elon Musk telah memberikan amnesti besar-besaran kepada para pemilik akun Twitter yang masuk daftar hitam. Salah satu penerima grasi adalah Presiden Amerika Serikat ke-45, Donald Trump.

Dilansir Gizmodo, pakar perangkat lunak asal Jerman Travis Brown telah menyusun seluruh daftar akun bermasalah di Twitter yang telah diaktifkan kembali. Dalam daftar itu ada 12.000 pengguna bermasalah yang pernah menge-tweet seperti sebelumnya.

Baca juga: Awas, Perokok Mudah Terjangkit 56 Penyakit

Masalahnya adalah pemilik akun Twitter yang bermasalah ini telah masuk daftar hitam karena perilakunya yang mengganggu. Tweet mereka sering provokatif, curang, dan rasis.

“Angka-angka ini hanyalah puncak gunung es. Platformer melaporkan bahwa Elon Musk kemungkinan telah menghidupkan kembali 62.000 akun bermasalah dengan 10.000 pengikut,” tulis Gizmodo.

Baca juga: Buat Pelanggan Tersenyum, Produksi Massal Honda WR-V di Indonesia Dimulai

Di tempat lain, Center Against Digital Hate juga mengatakan sejak Elon Musk mengambil alih Twitter, ujaran kebencian di media sosial meroket.

Kelompok minoritas seperti kelompok LGBTQ, Latin, Yahudi, dan Muslim menjadi sasaran ujaran kebencian di Twitter. Ini bertentangan dengan bualan Elon Musk bahwa Twitter telah berhasil mengawasi ujaran kebencian dengan baik selama dia melakukannya.

“Elon Musk sekali lagi diekspos sebagai konsumen dan pengiklan yang menyesatkan, mengklaim bahwa misinya telah tercapai meskipun dia gagal memenuhi standar yang dia nyatakan sendiri untuk menekan kefanatikan yang kejam,” kata Imran Ahmed, CEO Center for Countering Digital Hate.

(dll.)