liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86

Kenapa Bekerja di Kapal Pesiar Begitu Diminati TKI?

Kasus COVID di Kapal Pesiar, 800 Penumpang Terinfeksi


Jakarta

Kapal pesiar masih menjadi magnet kuat bagi para pekerja asal Indonesia. Sekarang, setelah pandemi, banyak aplikasi dibuat untuk jalur pelayaran.

Jumlah pencari kerja di luar negeri dari Kabupaten Tabanan, Bali melonjak pada 2022. Lonjakan ini terjadi sejak beberapa negara menerapkan kebijakan open boarding atau membuka penerbangan internasional. Kebanyakan dari mereka memilih bekerja di kapal pesiar.

Berdasarkan catatan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Tabanan hingga 29 November 2022, ada 1.315 pencari kerja yang mengajukan permohonan kartu AK 1 atau kartu kuning. Baik pencari kerja di luar negeri maupun di dalam negeri.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Ini merupakan rekor (lonjakan) setelah open boarding. Bahkan sebelum terjadi pandemi COVID-19 di tahun 2020,” jelas Pengenalan Pekerjaan Fungsional Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja di Disnaker Tabanan, I Gede Ekananda Hartika , Kamis (12/1/2022 ).

Ia mengatakan, dari 1.315 orang itu, hampir sebagian besar memperoleh penempatan kerja yang didominasi di luar negeri di sektor akomodasi pariwisata.

“Ada 81 orang yang sudah bekerja di dalam negeri dan 1.142 di luar negeri. Ini enam bulan terakhir atau setelah beberapa negara membuka layanan. Setidaknya sejak enam bulan terakhir,” katanya.

Dia menjelaskan, sektor akomodasi wisata yang paling dominan menyerap tenaga kerja adalah awak kapal pesiar. Terutama kapal pesiar berbendera Italia. Sedangkan untuk penempatan tenaga kerja di darat, alternatifnya adalah Polandia yang dominan mempekerjakan tenaga kerja untuk pabrik-pabrik.

“Ada juga yang ke UK (Inggris). Yakni ke sektor perkebunan. Hanya saja akhir-akhir ini tidak ada pengiriman ke sana. Karena imbas dari krisis Ukraina yang berimbas pada situasi ekonomi di Inggris. Terakhir pengiriman (tenaga kerja) Juli 2022. Itu pun tidak ada hanya 12 orang saja,” ujarnya.

Gambaran jumlah pencari kerja tahun ini meningkat pesat jika dibandingkan dengan dua tahun terakhir. Apalagi saat pandemi COVID-19 melanda seluruh dunia dan mengakibatkan sebagian besar negara menutup gerbang internasionalnya.

Ekananda menjelaskan, dari catatan pihaknya, pada tahun 2020 ini jumlah pencari kerja hanya 249 orang. Jumlah itu didominasi pencari kerja di kapal pesiar. Selanjutnya pada tahun 2021, jumlah pencari kerja akan meningkat menjadi 1.607 orang.

“Tahun 2020 jumlahnya sangat sedikit. Hanya 249 orang. Meski begitu, dibutuhkan lebih banyak tenaga kerja di bidang maintenance (pemeliharaan kapal),” ujarnya.

Tingginya pencari kerja di luar negeri, lanjut Ekananda, lebih disebabkan oleh faktor gaji yang mereka terima. Sementara itu, pencari kerja di dalam negeri masih relatif rendah karena bergantung pada ketersediaan investasi.

“Ini tentu terkait dengan investasi. Kalau tinggi tentu penyerapan tenaga kerja juga tinggi,” imbuhnya.

Meski sebagian besar negara kini telah membuka penerbangan internasional, menurutnya masih ada pembatasan. Salah satunya adalah Australia yang belum menyediakan penempatan tenaga kerja asing.

Artikel ini telah diposting di detikBali

Tonton Video “Wisatawan Australia yang Bahagia Berkunjung ke Indonesia dengan Kapal Pesiar”
[Gambas:Video 20detik]
(mis./mis.)