Komodo Punya Rumah Baru di San Francisco, Bentuk Diplomasi RI-AS

Komodo Punya Rumah Baru di San Francisco, Bentuk Diplomasi RI-AS


San Fransisco

Seekor komodo jantan menempati rumah barunya di Kebun Binatang San Francisco. Komodo ini akan menemani naga betina yang sudah hidup di sana.

KJRI San Fransisco menyambut baik kedatangan komodo jantan yang telah dibiakkan di Amerika Serikat (AS). Komodo bernama RINCA.

“Kami beri nama SIKKA untuk komodo betina berumur 9 tahun, sedangkan untuk komodo jantan yang baru datang kami beri nama RINCA. Kedua nama tersebut merupakan istilah asli Indonesia, berasal dari Flores, NTT,” kata Konsul Jenderal RI San Fransisco Prasetyo Hadi dalam keterangan tertulisnya. isu yang detikcom terima.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Nama SIKKA terinspirasi dari nama seorang perempuan di Flores, yang merupakan bahasa resmi suku Sikka di Kabupaten Sikka Tengah dan Timur, NTT. Selain itu, Sikka juga dikenal sebagai penghasil tenun tradisional dan kesenian tradisional lainnya yang dibuat oleh masyarakat Flores saat ini.

Sedangkan nama RINCA diambil dari sebuah pulau kecil di kawasan habitat komodo dan kawasan Flores, salah satu dari tiga pulau terbesar tempat tinggal komodo.

“Nama SIKKA dan RINCA dipilih sebagai simbol keragaman, kerukunan dan kekayaan budaya Indonesia,” ujarnya.

Komodo di Kebun Binatang San Francisco. Foto: dok. Konsulat Jenderal Indonesia di San Francisco

Kebun Binatang San Francisco dipilih sebagai mitra KJRI San Francisco karena kredibilitasnya dalam memperjuangkan tema keberlanjutan. Hal ini dibuktikan dengan Sustainability Award 2022 dari San Francisco Chamber of Commerce.

Kebun binatang ini merupakan salah satu kebun binatang terbesar di California dan setidaknya terdapat dua ribu hewan termasuk hewan langka dan terancam punah yang mewakili lebih dari 250 spesies dan berbagai taman yang dikunjungi setidaknya 957 ribu orang setiap tahunnya.

Tidak hanya menampung komodo di sana, KJRI San Fransisco juga mempromosikan komodo dan orangutan kepada khalayak AS. Bentuk promosi terpadu dengan menggunakan video, poster, spanduk, dan sarana pendidikan lainnya.

Kebun Binatang San Francisco juga setuju untuk menggunakan materi promosi ini untuk diposkan secara permanen di situs Komodo, orangutan, dan beberapa lokasi dengan lalu lintas tinggi di Kebun Binatang San Francisco, termasuk jika Anda ingin memperbarui dan menambahkan materi pendidikan di masa mendatang.

Dengan pendekatan ini, semua materi edukasi dan promosi ini dapat dilihat dan dibaca setiap saat oleh pengunjung kebun binatang, dan diharapkan dapat membentuk persepsi yang lebih positif dan berkelanjutan, serta menjadi nilai tambah tersendiri bagi warga setempat. dan turis asing di AS untuk mengunjungi berbagai negara tujuan wisata.

Apalagi yang terpenting, keberadaan Indonesia melalui satwa uniknya yang terancam punah akan terus ada di Kebun Binatang San Fransisco untuk waktu yang lama.

Pengunjung melihat komodo di Kebun Binatang San Francisco. Foto: dok. Konsulat Jenderal Indonesia di San Francisco

Pemilihan komodo dan orang utan sebagai bagian dari strategi promosi karena kedua satwa ini dikategorikan sebagai satwa langka asal Indonesia. Komodo juga merupakan salah satu keajaiban dunia yang dimiliki Indonesia.

Pemanfaatan Taman Nasional Komodo dalam promosi pariwisata karena taman tersebut telah dimasukkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO dan merupakan bagian dari kampanye positif komitmen Indonesia terhadap konservasi dan promosi destinasi pariwisata berkelanjutan, sejalan dengan upaya pembangunan saat ini. sektor pariwisata pemerintah, khususnya di lima destinasi wisata super prioritas.

Diharapkan upaya KJRI San Francisco dapat membantu membangkitkan pariwisata nasional melalui konservasi yang pada gilirannya dapat berdampak pada pembukaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Simak Video “Tarif Rp 3,75 Juta di Pulau Komodo Akhirnya Ditunda Usai Protes”
[Gambas:Video 20detik]
(pin/pin)