liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86

Konon Perahu di Rembang Ini Lebih Tua dari Candi Borobudur

Konon Perahu di Rembang Ini Lebih Tua dari Candi Borobudur


obrolan

Sebuah perahu kuno ditemukan di Desa Punjulharjo, Rembang, pada tahun 2008. Konon usia perahu tersebut lebih tua dari Candi Borobudur.

Kapal tersebut kini disimpan dengan aman tidak jauh dari tempat ditemukannya. Kawasan ini juga ditetapkan sebagai situs warisan budaya nasional.

Perahu kuno yang telah dilestarikan kini disimpan di tempat khusus. Bagian atas dinaungi oleh atap. Tempat itu juga dikelilingi tembok dan pagar.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Sedangkan perahu yang terbuat dari kayu besi diletakkan di tengahnya. Di sekelilingnya terdapat papan berisi informasi tentang perahu yang diperkirakan dibuat pada abad ke-7 Masehi.

Perahu yang berukuran panjang 15 meter dan lebar 5 meter itu sudah tidak utuh lagi. Tapi partnya masih cukup lengkap. Peneliti juga masih bisa menelusuri teknologi yang digunakan untuk membuat bot tersebut.

Dikutip dari website Kemdikbud, perahu tersebut terbuat dari kayu besi. manufaktur menggunakan teknologi papan penghubung, teknik papan ikatan dan loop ikatan.

Perahu Purba Punjulharjo, setelah diteliti mendapat perhatian khusus, karena keutuhan dan kelengkapan bagian-bagian kapalnya. Selain itu juga ditemukan arca, rempah-rempah, tembikar dan benda-benda lainnya.

Perahu kuno Punjulharjo diperkirakan sudah ada sejak abad ke-7. Hal ini diperkuat dengan melakukan penelitian lebih lanjut dengan melihat hasil radiokarbon yang diambil dari tali kapal.

Sekretaris Kampung Punjulharjo, Ubadillah mengatakan, perahu tersebut awalnya ditemukan warga yang ingin membuat tambak. Penemuan tersebut mendorong pemerintah untuk melakukan penelitian dan konservasi. Alhasil, perahu tersebut diklaim sebagai peninggalan dari abad ke-7.

“Tentang perahu ini dibuat pada abad ke-7, lebih tua dari Candi Borobudur, sedangkan Candi Borobudur sekitar abad ke-8,” kata Ubadillah saat ditemui.

Retna Dyah Radityawati, Retna Dyah Radityawati, Retna Dyah Radityawati, Kepala Sub Koordinator Bidang Sejarah, Museum dan Cagar Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) mengatakan, hasil kajian menunjukkan bahwa perahu tersebut sebenarnya bukan milik pribumi. pada saat itu.

“Mungkin bukan orang Indonesia, tapi orang Indocina yang dulu berdagang, bukan hanya di pesisir, tapi sudah di dalam,” kata Retna saat ditemui di kantornya, Selasa (22/11/2022) siang.

Ia menjelaskan, pada abad ke-7 hingga ke-8, kata Retna, hubungan bilateral antara masyarakat Indonesia dan masyarakat Indochina cukup erat, termasuk kerja sama perdagangan. Kerja sama perdagangan ini tidak berlangsung di tepi laut, melainkan sudah masuk ke pedalaman.

—-

Artikel ini pernah dimuat di detikJateng dan selengkapnya bisa dibaca di sini.

Tonton Video “Melihat Penemuan Kapal Kuno Abad 7 di Rembang”
[Gambas:Video 20detik]
(www www)