liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Langit Gelap Pada Pagi Hari

Warga menyaksikan langit yang tiba-tiba gelap pada pagi hari saat erupsi Semeru. Langit gelap disertai semburan awan membuat warga panik.


Surabaya, CNN Indonesia

Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur, meletus atau memuntahkan Hot Drop Clouds (APG), Minggu (12/4) pagi. Salah satu warga di kaki gunung menceritakan momen mengerikan kemarahan gunung tertinggi di Pulau Jawa itu.

Ahmad Samiludin, warga Kampung Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Lumajang mengatakan, erupsi Semeru terjadi bersamaan dengan erupsi setahun lalu.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Kemarin baru setahun [kejadian Erupsi Semeru 2021],” ujar Ahmad kepada CNNIndoensia.com.

Saat erupsi ini, kata Ahmad, dirinya yang masih di rumah awalnya mendapat telepon dari rekannya soal erupsi Semeru.

Awalnya dia mengaku tidak kaget, karena beberapa hari terakhir ini ada laporan peningkatan aktivitas di Kawah Semeru. Wajar, karena tahun lalu juga seperti itu.

Tapi ketika dia melihat ke luar rumah. Langit mulai gelap. Awan dan abu vulkanik terlihat dari puncak Semeru.

Warga, katanya, kemudian berhamburan keluar rumah. Bahkan ada yang langsung masuk ke dalam kendaraan dan melarikan diri ke tempat yang aman.

“Kejadiannya sekitar pukul 07.30 WIB. Awan mulai gelap. Semua orang langsung lari,” ujarnya.

Meski begitu, kata Ahmad, erupsi Semeru kali ini tidak separah tahun lalu. Saat itu langit di atas desanya menghitam, dan suasana menjadi gelap gulita dalam sekejap mata.

“Tapi tahun lalu benar-benar gelap,” katanya.

Ia mengatakan, wilayah yang paling terdampak adalah Curah Kobokan, Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, dan beberapa dusun sekitarnya. Ia sendiri kini telah mengungsi ke Kecamatan Tempeh, Lumajang yang relatif aman.

“Saya sudah keluar dari Sumberwuluh, dipindahkan ke Tempeh. Beberapa warga lainnya juga,” pungkasnya. (fr)

(frd/wis)

[Gambas:Video CNN]