liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
ronin86
cocol77
cocol77
cocol77
maxwin138

Mengenal Menara Air Bersejarah di Rangkasbitung, Umurnya Hampir Seabad

Mengenal Menara Air Bersejarah di Rangkasbitung, Umurnya Hampir Seabad


Lembah

Selain Museum Multatuli, salah satu wisata sejarah yang bisa dikunjungi di Kabupaten Lebak Banten adalah Watertoren atau menara air. Gedung ini dibangun pada masa Hindia Belanda.

Di Lebak sendiri terdapat dua gedung Watertoren. Satu di Kabupaten Rangkasbitung dan satu di Kabupaten Warunggunung. Keduanya konon dibangun pada tahun 1931.

Bentuk bangunannya silinder. Di bagian atas adalah segi delapan dengan jenis dinding batu.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Berdasarkan angka tahun di atas pintu menara air, tertulis angka 1931. Itu tahun pembuatan menara air atau Watertoren (sebut saja) dan diresmikan,” kata Kepala Bidang Destinasi Wisata Lembah Disbudpar, Usep Suparno, Senin (30/1/2023).

Watertoren atau menara air di Rangkasbitung Foto: (Foto: Fathul Rizkoh/detikcom)

Usep menjelaskan, Watertoren di Warunggunung berfungsi sebagai tangki pengatur air. Sedangkan yang di Rangkasbitung berfungsi menyuplai air bersih ke seluruh wilayah Rangkasbitung.

Berdasarkan fungsinya, lanjut Usep, Watertoren dibangun di tempat yang lebih tinggi. Sumber airnya berasal dari Gunung Pulosari di Pandeglang.

“Saat itu menara air ini digunakan sebagai penampung air yang langsung berasal dari mata air Ciwasiat, Gunung Pulosari di Pandeglang,” jelasnya.

Pada masa Hindia Belanda, Watertoren dikelola oleh perusahaan air minum bernama Waterleidengbedrijf. Kemudian diambil oleh Jepang dan diganti namanya menjadi Rangkasbetoeng Suido Syo.

Saat ini Watertoren sudah tidak berfungsi lagi. Meski demikian, bangunan tersebut tetap terjaga dan terawat. Pemerintah Kabupaten Lebak berencana membuka gedung ini sebagai wisata sejarah.

“Pada akhir masa penjajahan Jepang, pemerintah Indonesia berhasil mengambil alih menara air ini dan berganti nama menjadi Kantor Air Minum Rangkasbitung. Namun mulai tahun 1970-an menara air ini sudah tidak digunakan lagi, melainkan masih Diusahakan, dirawat dan dipelihara. Nanti juga akan dibuka. Ini kunjungan yang bersejarah,” ujarnya.

Simak Video “Pria Sombong Pegang Airsoft Gun, Akhirnya Dikelilingi Warga di Lebak”
[Gambas:Video 20detik]
(sim/sim)