liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86

Polemik Stasiun Akhir Kereta Cepat, KAI Rilis Skenario Feeder Padalarang-Bandung

Polemik Stasiun Akhir Kereta Cepat, KAI Rilis Skenario Feeder Padalarang-Bandung


Jakarta

Netizen mempertanyakan stasiun terakhir Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang tidak sampai di Stasiun Bandung, melainkan berakhir di Stasiun Padalarang. PT KAI menjawab.

Semula netizen mempertanyakan pernyataan Luhut Binsar Pandjaitan bahwa setelah Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) beroperasi, KA Argo Parahyangan akan dihentikan. Padahal, kedua kereta tersebut berakhir di stasiun yang berbeda. KA Argo Parahyangan berhenti di tengah Kota Bunga, sedangkan KCJB berakhir di Stasiun Padalarang.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, nantinya akan ada feeder dari Padalarang atau transportasi khusus yang terintegrasi dengan kereta cepat. Feeder tersebut mengangkut penumpang menuju Kota Bandung, sehingga total waktu tempuh Jakarta-Bandung menjadi sekitar 1 jam.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Durasi perjalanan pun dipertanyakan netizen. Pasalnya, dari Padalarang ke Bandung membutuhkan waktu 45 menit dengan kendaraan roda empat.

Vice President Humas KAI Joni Martinus melalui keterangannya menjelaskan, koneksi KCJB didukung oleh kereta api. Ia mengatakan KAI menyediakan layanan kereta api (KA) Pengumpan KCJB. Waktu tempuh KA Pengumpan KCJB ke Stasiun Bandung dan sebaliknya hanya 18 menit.

Fasilitas kereta pengumpan berupa lima rangkaian KRDE yang masing-masing terdiri dari lima rangkaian. Dalam satu rangkaian, KA Pengumpan KCJB berkapasitas 280 penumpang. Untuk menambah kenyamanan pelanggan, KA Pengumpan KCJB dilengkapi dengan fasilitas rak bagasi dan toilet.

Untuk infrastruktur Train Feeder KCJB, pembangunan fisik Hall atau ruang tunggu khusus pelanggan KCJB di Stasiun Bandung dan Cimahi sudah selesai 100%. Sedangkan Stasiun Padalarang masih dalam tahap pembangunan. KAI dan KCIC saat ini sedang menyediakan fasilitas dan standar pelayanan minimum untuk ruang tunggu park and ride dan KCJB Train Feeder.

Joni menambahkan, KAI akan memastikan perpindahan antar moda, antar platform, ketersediaan ruang tunggu, dan fasilitas yang disediakan untuk pelanggan dibuat senyaman dan semudah mungkin. Hal ini merupakan salah satu upaya KAI untuk menumbuhkan minat masyarakat beralih ke angkutan umum melalui layanan kereta api terkoneksi dan terintegrasi.

“Kehadiran LRT Jabodebek dan KA Pengumpan KCJB diharapkan mampu menarik minat masyarakat untuk menggunakan KCJB yang merupakan kereta cepat pertama di Asia Tenggara. KAI selaku leader konsorsium PT PSBI yang memiliki saham mayoritas di KCIC berkomitmen menyelesaikan pembangunan KCIC sesuai dengan harapan pemerintah dan masyarakat,” ujar Joni.

Skenario Traveler dari Dukuh Atas ke Bandung dalam Waktu Singkat

Jakarta-Bandung diyakini lebih mudah dijangkau dengan menggunakan Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Selain KCJB Feeder, PT KAI mendukung layanan LRT Jabodebek.

Inilah skenarionya.

Dengan menggunakan LRT Jabodebek, hanya membutuhkan waktu 20 menit dari Stasiun LRT Jabodebek Dukuh Atas ke Stasiun LRT Jabodebek Halim. Pemudik dapat melakukan perjalanan langsung dari Stasiun LRT Jabodebek Halim ke Stasiun KCJB Halim, karena kedua layanan tersebut telah terintegrasi di satu lokasi yang sama.

LRT Jabodebek jalur Dukuh Atas – Halim pada jam sibuk dijanjikan hadir setiap 8 menit. KAI mengacu pada penerapan teknologi paling modern dalam pengoperasian LRT Jabodebek.

“Masyarakat juga dapat menggunakan KRL Commuter Line menuju stasiun yang terhubung dengan LRT Jabodebek yaitu Stasiun Sudirman dan Cawang kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan LRT menuju Stasiun KCJB Halim,” ujar Joni.

Setelah menaiki LRT Jabodebek selama 20 menit, perjalanan KCJB dari Stasiun KCJB Halim menuju Stasiun KCJB Padalarang akan memakan waktu kurang dari 30 menit. Di Padalarang, KAI telah menyediakan layanan KA Pengumpan yang jadwalnya mengikuti jadwal kedatangan KCJB.

“Dengan menggunakan layanan kereta terhubung ini, total waktu yang dibutuhkan antara pusat Jakarta dan Bandung sekitar satu jam perjalanan. Dengan teknologi dan sumber daya manusia terbaik, KAI akan memastikan seluruh perjalanan kereta api beroperasi tepat waktu seperti layanan KAI yang ada saat ini. Kini , “kata Joni.

Simak videonya “Jelang Uji Coba KCJB, Berhasil Dipacu Hingga 80 Km Per Jam”
[Gambas:Video 20detik]
(perempuan/perempuan)