liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

PPKM Dicabut, Kenapa Masih Perlu Vaksin Booster Kedua?

Meski pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) sudah resmi dicabut, namun vaksin booster kedua tetap penting untuk dilakukan. Mengapa demikian?

Jakarta, CNNIndonesia

Masyarakat umum sudah bisa menerima vaksin penguat kedua Meskipun pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) telah resmi dibatalkan, namun vaksin booster kedua tetap penting untuk dilakukan.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril mengatakan selain memperkuat antibodi, vaksin penguat kedua juga merupakan salah satu upaya untuk mengakhiri epidemi dan menuju endemik.

“Untuk mengendalikan penyebaran Covid-19 dan mencegah lonjakan kasus, penting untuk terus mendorong masyarakat melakukan vaksinasi dengan dosis primer dan dosis tambahan, termasuk booster kedua. Untuk meningkatkan titer antibodi, perpanjang masa perlindungan,” kata dia. Syahril dalam konferensi pers virtual di Kementerian Kesehatan, Selasa (24/1).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Pelaksanaan vaksin booster kedua ini juga berdasarkan pertimbangan data dan situasi epidemiologis, memastikan Indonesia tidak mengalami peningkatan jumlah kasus dan siap endemik.

Hal ini sejalan dengan seruan World Health Organization (WHO) untuk strategi mengakhiri epidemi menuju endemik. Salah satunya memberikan vaksin lengkap termasuk booster kedua.

“Ini juga untuk menjawab permintaan masyarakat, melihat pemulihan ekonomi dan mobilitas yang cepat. Jadi bukan hanya kesehatan, tapi juga ekonomi,” imbuhnya.

Pada Jumat (30/12) Presiden Joko Widodo resmi mencabut PPKM di seluruh Indonesia. Perkembangan pandemi Covid-19 di Indonesia perlahan membaik.

Syahril melaporkan hingga 24 Januari 2023, kasus harian dalam sepekan terakhir mengalami penurunan sebesar 24,42 persen. Penurunan juga ditemukan pada angka kematian di bawah 10 tahun.

Sementara itu, angka positif sebesar 0,88 persen, sedangkan tingkat penghunian tempat tidur (BOR) sebesar 2,65 persen, di bawah angka standar WHO sebesar 5 persen.

“Indonesia tetap level 1 atau transmisi masyarakat kita level 1, level terendah,” katanya.

Untuk vaksinasi, hingga saat ini total 449 juta dosis vaksin telah disuntikkan dan lebih dari 64 persen masyarakat telah menerima vaksin lengkap. Vaksin penguat kedua tetap harus ditolak.

Sebelum 24 Januari 2023, vaksin penguat kedua diutamakan untuk tenaga kesehatan dan lansia. Dari target 1,2 juta orang, hanya 5,36 persen yang menggunakan vaksin booster.

“Kami menghimbau kepada pemerintah daerah, khususnya dinas kesehatan daerah dan kabupaten/kota untuk segera mengupayakan percepatan vaksin booster agar dapat mencapai target minimal 70 persen dosis primer dan booster,” kata Syahril.








(lain/asr)

[Gambas:Video CNN]