Presiden FIFA Bela Qatar Habis-Habisan Jelang Piala Dunia 2022

Presiden FIFA Gianni Infantino membela Qatar habis-habisan jelang digelarnya perhelatan Piala Dunia 2022.


Jakarta, CNN Indonesia

Presiden FIFA Gianni Infantino membela Qatar jauh-jauh hari menjelang acara tersebut Piala Dunia 2022.

Infantino membela Qatar hanya sehari sebelum kick-off Piala Dunia 2022. Pertandingan antara tuan rumah dan Ekuador akan menjadi awal dari turnamen sepak bola empat tahunan terbesar itu.

Pria asal Italia itu mengkritisi kritik pedas yang ditujukan kepada Qatar dari Eropa. Selain itu, FIFA juga dikritik karena mengambil keputusan dengan menunjuk Qatar sebagai tuan rumah.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Apa yang telah kita orang Eropa lakukan selama tiga ribu tahun, kita harus meminta maaf untuk tiga ribu tahun ke depan sebelum memberikan pelajaran moral,” katanya dalam monolog selama satu jam pada konferensi pers di Doha, Qatar, Sabtu (19/19). . 11).

“Reformasi dan perubahan butuh waktu. Butuh waktu ratusan tahun di negara kita di Eropa. Butuh waktu dimana-mana, satu-satunya cara untuk mendapatkan hasil adalah dengan terlibat, bukan berteriak,” lanjutnya.

Infantino kemudian berbicara tentang keuntungan yang diperoleh FIFA dengan memutuskan Piala Dunia 2022 akan berlangsung di Qatar. Dia dengan tegas mengatakan bahwa keuntungan yang didapat FIFA jauh lebih rendah daripada yang didapat perusahaan Eropa yang berbisnis di Qatar.

“Berapa banyak dari perusahaan Eropa atau Barat ini yang menghasilkan jutaan, miliaran pendapatan dari Qatar. Berapa banyak dari mereka yang berurusan dengan hak-hak pekerja asing dengan pihak berwenang? Tidak satu pun dari mereka,” katanya.

“Karena jika Anda mengubah undang-undang, itu berarti lebih sedikit keuntungan. FIFA menghasilkan jauh lebih sedikit daripada perusahaan-perusahaan ini dari Qatar. Saya tidak harus membela Qatar dengan cara apa pun, mereka dapat membela diri. Saya membela sepak bola di sini dan ketidakadilan.”

Selain itu, Qatar juga dibayangi pemberitaan pelanggaran HAM terhadap pekerja asing, perhatian terhadap isu LGBT, dan pelarangan minuman beralkohol selama Piala Dunia 2022.

Infantino tidak memungkiri bahwa Piala Dunia 2022 di Qatar tidak akan sempurna. Namun dia juga menunjukkan bahwa beberapa kritik yang datang tidak adil dan menuduh Eropa atau Barat memiliki standar ganda.

(jal)