liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Profil Calvin Kizana, Bos Baru WhatsApp Indonesia

Profil Calvin Kizana, Bos Baru WhatsApp Indonesia

Memuat…

Calvin Kizana bertanggung jawab untuk mengembangkan layanan WhatsApp Business di Indonesia. Foto: dok Meta

JAKARTA – Di tengah isu terminasi Meta global, ternyata WhatsApp Indonesia justru punya bos baru. Calvin Kizana, resmi ditunjuk sebagai Head of WhatsApp pertama di Indonesia. Sebelumnya, posisi ini tidak ada.

Kenapa WhatsApp sekarang punya bos baru? Bisa jadi, karena rencana serius mereka untuk memonetisasi pasar Indonesia. Selama ini, WhatsApp dikenal sebagai layanan gratis.

Lalu, siapakah Calvin Kizana? Namanya akrab. Sebab, Calvin memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun sebagai pengusaha, bos, pendiri, dan penasihat di bidang teknologi.

Sebelum bergabung dengan WhatsApp, Calvin menjabat sebagai COO GoPlay, perusahaan platform live streaming dari Gojek.

Calvin juga mendirikan dua startup sukses: Playday, platform live streaming, dan PicMix, platform media sosial.

Calvin juga aktif terlibat dalam dunia startup di Asia Tenggara dan telah menjadi mentor dan penasehat bagi beberapa di antaranya.
Calvin dianugerahi pengusaha digital tahun ini oleh Ernst and Young pada tahun 2014.

Rencana WhatsApp di Indonesia
Selama beberapa tahun terakhir, WhatsApp mengklaim telah melakukan investasi yang signifikan di Indonesia, di bidang kesehatan, literasi digital, pelatihan usaha kecil, dan pembangunan komunitas.

Kemitraan literasi digital dengan Kominfo telah menjangkau lebih dari 2,4 juta orang di 34 provinsi.

WhatsApp juga telah bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM serta Kementerian Perdagangan untuk melatih lebih dari 30.000 UKM di Indonesia.

WhatsApp Business adalah bidang investasi utama untuk WhatsApp, dengan 7 dari 10 orang Indonesia mengatakan bahwa mereka lebih suka mengirim pesan bisnis melalui telepon atau email.