liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86

Propam Dilibatkan di Kasus Purnawirawan Polri Tabrak Mahasiswa UI

Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Metro Jaya dilibatkan dalam gelar perkara kasus kecelakaan yang membuat mahasiswa Universitas Indonesia meninggal.


Jakarta, CNN Indonesia

Profesi dan Keselamatan (Propam) Polres Metro Jaya juga terlibat dalam kasus seorang mahasiswa Universitas Indonesia (UI) berinisial HAS yang dibunuh oleh pensiunan Polri, AKBP ESBW.

Kepala Satuan Lalu Lintas Jakarta Selatan, Kompol Joko Sutriono mengatakan, proses penangkapan kasus yang digelar sejak kemarin masih berlanjut hingga saat ini.

“Ini masih berlanjut sampai hari ini. Kami undang Propam, rencananya kemarin menggelar perkara internal. Rencananya dilanjutkan hari ini,” kata Joko saat dihubungi, Selasa (29/11).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Joko menjelaskan, keterlibatan Propam dalam penanganan kasus tersebut bertujuan agar kasus tersebut ditangani sesuai prosedur.

Sementara soal keterlibatan pihak luar, kata Joko, hal itu dilakukan untuk menyamakan persepsi dalam mengambil keputusan dalam kasus ini.

“Ya (kami mengundang pihak luar) untuk menyamakan persepsi. Agar secepatnya ada titik temu,” kata Joko.

Kecelakaan yang menewaskan seorang mahasiswa UI itu terjadi pada 6 Oktober lalu. Belakangan, kasus ini kembali dibahas setelah pihak keluarga mempertanyakan kelanjutan penanganan kasus ini.

Sebelumnya, Ditlantas Polda Metro Jaya Kombes Latif Usman tak menampik penanganan kasus ini memakan waktu lama. Dia berdalih penyidik ​​masih menunggu hasil mediasi dari kedua belah pihak.

Namun, ternyata mediasi antara kedua pihak tidak terjadi. Hingga akhirnya, Satlantas Polres Metro Jakarta Selatan memutuskan menggelar kasus.

“Karena kami sebenarnya masih menunggu. Tiba-tiba ada berita viral, kami kaget. Sementara itu katanya mau mediasi, seharusnya hasil mediasi disampaikan kepada kami. Di sini kami mohon maaf, mungkin ada kesalahan di pihak kami,” kata Latif, Senin (28/11).

(des/bmw)

[Gambas:Video CNN]