Raja Malaysia Rapat Darurat dengan 9 Sultan Tentukan PM Baru

Raja Malaysia menggelar rapat khusus dengan sembilan sultan yang memimpin negara bagian di Negeri Jiran soal penunjukan PM baru setelah hasil pemilu mentok.


Jakarta, CNNIndonesia

Raja Malaysia Al-Sultan Abdullah mengadakan pertemuan dengan sembilan sultan yang memimpin negara bagian masing-masing pada Kamis (24/11) untuk mencari “bulan sabit” terkait penunjukan tersebut. Perdana Menteri hanya terjebak.

Pertemuan ini berlangsung setelah Raja Abdullah masih belum bisa memutuskan siapa yang akan menjadi PM baru meski bertemu dengan pimpinan dua partai koalisi terbesar dalam pemilihan umum, Anwar Ibrahim dan Muhyiddin Yassin, kemarin.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Setelah bertemu dengan perwakilan Barisan Nasional, Yang Mulia (Raja Abdullah) telah memberikan izin kepada Istana Negeri untuk mengusulkan pertemuan khusus para penguasa Melayu di Istana Negeri, besok, Kamis, 24 November 2022,” bunyi pernyataan dari Istana Negara dirilis di Facebook.

Pertemuan raja-raja Malaysia akan berlangsung besok sekitar pukul 10.30 waktu setempat dan diperkirakan berlangsung selama tiga jam. Sumber dari Istana Negara menganggap pertemuan ini penting dan akan menentukan keputusan akhir terkait penunjukan perdana menteri.

[Gambas:Video CNN]

Hari ini, Raja Malaysia memanggil semua afiliasi Barisan Nasional di parlemen untuk membantu menemukan solusi untuk menunjuk PM baru. Pasalnya, hasil pemilu akhir pekan lalu menunjukkan tidak ada satu pun koalisi partai yang berhasil memperoleh ambang batas minimal suara untuk membentuk pemerintahan.

Berdasarkan hasil pemilu, koalisi Anwar, Pakatan Harapan (PH), meraih suara terbanyak, 82 kursi. Namun, jumlah ini tidak cukup untuk mencapai mayoritas.

Sedangkan koalisi pendukung Muhyiddin, Perikatan Nasional (PN), hanya mendapat 73 kursi. Dia pernah mengklaim mendapat dukungan dari dua kubu politik yang lebih kecil dari Sabah dan Sarawak.

Bahkan dengan dukungan Sabah dan Sarawak, kursi yang diraih koalisi Muhyiddin hanya 101. Jumlah itu belum mencapai ambang batas.

Menurut konstitusi Malaysia, untuk membentuk kabinet, sebuah partai atau koalisi membutuhkan setidaknya 112 suara dari total 222 kursi parlemen. Pemegang mayoritas ini memiliki hak untuk mencalonkan seorang calon PM kepada raja.

Faktanya, Raja Abdullah telah dua kali memperpanjang tenggat waktu bagi Anwar dan Muhyiddin untuk mendapatkan dukungan minimum yang dibutuhkan salah satu koalisi mereka untuk membentuk pemerintahan baru.

Raja Abdullah juga mencoba membentuk pemerintahan persatuan yang terdiri dari dua koalisi yang bertikai, tetapi Muhyiddin menolaknya.

Konferensi sultan Malaysia juga akan berlangsung pada Senin (28/11).

(rds)

[Gambas:Video CNN]