liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86

Startup Indonesia dan Malaysia Jalin Kolaborasi dengan Global Market-Fit Programme

Startup Indonesia dan Malaysia Jalin Kolaborasi dengan Global Market-Fit Programme

Memuat…

Ekosistem startup Indonesia bermitra dengan startup Malaysia melalui Program Global Market-Fit Indonesia 2022 untuk tumbuh lebih kuat. Foto/Ist

JAKARTA – Ekosistem perusahaan baru Indonesia bekerja sama dengan perusahaan start-up Malaysia melalui Program Global Market-Fit Indonesia 2022. Program ini untuk memberdayakan ekosistem start-up di kedua negara agar tumbuh lebih kuat.

Kerjasama ini difasilitasi oleh KUMPUL.ID dan Malaysian Research Accelerator for Technology & Innovation (MRANTI). KUMPUL.ID mengundang perusahaan startup Malaysia terpilih, yaitu Qmed Asia, IoT SATA, Fuciphagus, LOLA Application, GPS Fleet, Shoppegram, dan Ngeam Engineering Works untuk Kunjungan Validasi ke Indonesia.

“Kolaborasi ini menarik, sehingga kita bisa tumbuh lebih kuat bersama, dan terhubung dengan ekosistem startup, khususnya di kawasan Asia Pasifik. Jadi program seperti ini penting,” jelas Faye Wongso, selaku Co-Founder dan CEO KUMPUL.ID, Senin (28/11/2022).

Baca juga; Kemenparekraf Gelar Program Inkubasi Bagi Pemula

Kunjungan Validasi ini juga mengundang startup Malaysia terpilih untuk bertemu langsung dengan calon mitra dan kolaborator untuk mulai bersinergi dengan bisnis dan ekosistem di Indonesia. Rangkaian kegiatan Global Market-Fit Program Indonesia diakhiri dengan sesi terakhir Demo Day yang bertepatan dengan diskusi panel dan program speed dating di XenSpace, Jakarta.

Diskusi panel mengundang pembicara dari berbagai bidang yaitu Kamalia Aziz selaku Global Innovation Xchange dari MRANTI, Lauren Adams selaku Australian Trade and Investment Commissioner, dan Faye Wongso selaku Co-Founder & Chief Executive Officer KUMPUL.ID. Diskusi panel membahas tren teknologi dan inovasi di berbagai negara, khususnya Asia Pasifik.

Dalam sesi Demo Day, peserta startup Malaysia terpilih diundang untuk memberikan pidato di depan pemodal ventura, investor, dan penggerak industri Indonesia lainnya. “Kami di MRANTI memberikan support kepada berbagai perusahaan start-up (Malaysia) yang hadir saat ini di Indonesia guna mendapatkan akses pasar yang lebih luas,” jelas Kamalia Aziz.

Mengenai perbedaan inovasi teknologi di setiap negara Asia Pasifik, Australia memiliki pasar dan teknologi yang lebih matang. Menurut Lauren Adams, ada hal yang bisa dipertimbangkan untuk mendukung tren teknologi ini terus berkembang di setiap negara, salah satunya peran penggerak industri di setiap negara.

Baca juga; Startup Pintek Education Suntik Dana Rp 70 Miliar

“Perusahaan besar dapat berperan dalam mendukung berbagai teknologi yang sedang berkembang. Selain berinvestasi pada inovasi teknologi yang dapat memecahkan masalah sehari-hari, kami juga berinvestasi pada perusahaan teknologi modern dan infrastruktur,” kata Lauren Adams.

Melalui rangkaian kegiatan, Program Global Market-Fit Indonesia diharapkan dapat menciptakan kerjasama antara ekosistem startup Indonesia dan Malaysia. Kemudian, membuka ruang diskusi yang lebih besar untuk menciptakan kerja sama yang berpotensi menguntungkan bagi industri start-up kedua negara.

(jaring)