liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86

WALHI Minta Pemprov Sumbar Kaji Ulang Wacana Percantik Lembah Anai

WALHI Minta Pemprov Sumbar Kaji Ulang Wacana Percantik Lembah Anai


Jakarta

WALHI mengkritik wacana WALHI tentang Pemerintah Provinsi Sumbar yang mempercantik wisata Lembah Anai. Mereka meminta pemerintah mengkaji ulang rencana ini.

“Gagasan membangun alun-alun perlu dipertimbangkan kembali. Karena luas tanah di lembah Anai yang bukan kawasan hutan sangat kecil. Kanan kiri sudah diambil oleh alam Anai. hutan cagar alam dan kawasan hutan lindung. Artinya alun-alun masih menjadi risiko bagi pengunjung di masa depan,” ujar Tommy Adam, Kepala Bidang Advokasi dan Lingkungan Hidup WALHI Sumbar saat dihubungi detikcom, Kamis (12/1/2020).

“Seharusnya pemanfaatan di sekitar cagar alam, Anai termasuk lembah Anai, harus dilakukan secara terbatas sehingga perlu ada studi kelayakan terlebih dahulu karena tidak mungkin mengumpulkan banyak orang di tempat yang sering dilanda bencana,” kata Tommy.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Kalau dikembangkan, siapa yang akan memastikan Cagar Alam Anai tetap terjaga? Itu harus menjadi catatan Pemprov karena pekerjaan rumah saat ini adalah bagaimana mengembalikan kawasan Hulu Batang Anai di sekitar Lembah Anai menjadi daerah resapan air. sebagaimana mestinya,” tambahnya.

Foto Air Terjun Lembah Anai: (Randy/detikTravel)

Tommy mengenang kejadian di TWA Mega Mendung yang dilanda banjir bandang pada tahun 2018 yang menghanyutkan batu-batu besar dan merusak TWA tersebut. Hal ini sudah dikomunikasikan oleh WALHI kepada BKSDA dan hingga saat ini belum ada upaya untuk membenahi atau menata tempat tersebut.

“Yang kami minta Pemprov Sumbar agar lebih berhati-hati dalam memunculkan ide bahkan program yang akan dilakukan untuk membangun daerah yang memang rawan bencana,” ujar Tommy.

“Kalaupun pemerintah ingin mengembangkan daerah, tentu perlu memikirkan uang yang masuk. Tapi tidak selalu uang, jadi misalnya air bersih jernih kemudian dialirkan ke Batang Anai, ini juga keuntungan bagi masyarakat daripada pembangunan,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa WALHI bukan anti pembangunan, tetapi mereka meminta kajian apakah penting untuk menerapkan pengaturan di daerah. Selain jumlah pengunjung yang terbatas, tidak mungkin menolak kedatangan orang yang kemudian berfoto. Musibah bisa terjadi kapan saja.

“Artinya, di daerah yang rawan bencana, kajian lingkungan dan kajian kebencanaan perlu dipikirkan ulang agar ke depan tidak ada pembangunan yang salah kaprah atau pembangunan yang tidak berbasis risiko atau kebencanaan,” ujarnya.

Lembah Anai Padang Panjang merupakan hutan lindung dan objek wisata di Nagari Singgalang, Kecamatan Sepuluh Koto, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat. Lembah Anai banyak dikunjungi wisatawan mancanegara maupun lokal, sepanjang Lembah Anai yang sejuk dikelilingi pemandangan yang sangat indah. File/Foto Kedua. Foto: Kontributor Gus Mun

Lembah Rayap Rawan Bencana

Air Terjun Lembah Anai sering dilaporkan meluap saat hujan deras. Berada di pinggir jalan, air meluap ke jalan dan menyebabkan kemacetan di tanggul yang menghubungkan Padang Pariaman dan Padang Panjang.

Air Terjun Lembah Anai setinggi 35 meter ini berada tepat di pinggir Jalan Raya Padang-Bukittinggi di kaki Gunung Singgalang. Air Terjun Lembah Anai merupakan bagian dari Sungai Batang Lurah, anak sungai Batang Anai yang berhulu dari Gunung Singgalang di ketinggian 400 meter di atas permukaan laut. Air terjun ini berada di perbatasan barat Cagar Alam Lembah Anai sehingga suasananya masih alami dengan hutan lebat dan pepohonan rimbun.

Namun dari analisa WALHI di Sumatera Barat, permasalahan utama yang dihadapi adalah konversi lahan secara besar-besaran, salah satunya kawasan hutan di cagar alam dan kawasan hutan lindung. Seperti kawasan wisata baru menuju air terjun proklamator dan bukaan di tepi sungai atau di kawasan hulu dan juga pembangunan villa baru.

Sehingga selama ini telah menurunkan kualitas DAS Anai di daerah hulu. Dengan demikian, banjir dan banjir bandang hanya merupakan salah satu dampak ketika terjadi alih fungsi lahan. Maka wajar saja Lembah Anai dan sekitarnya bisa dikatakan sebagai kawasan rawan bencana.

Kerentanan bencana adalah kondisi atau ciri geologi, biologi, hidrologi, klimatologi, geografis, sosial, budaya, politik, ekonomi, dan teknologi di suatu wilayah dalam kurun waktu tertentu yang mengurangi kemampuan untuk mencegah, mengurangi, mencapai kesiapsiagaan, dan mengurangi kemampuan untuk menanggapi dampak buruk bahaya tertentu.

Simak video “Serem! Masuk Masjid di Kawasan Wisata Sumbar Minta Retribusi Rp 5.000”
[Gambas:Video 20detik]
(sim/fem)